Gresik, sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, dikenal luas dengan sebutan “Kota Pudak.” Julukan ini berasal dari makanan khas daerah tersebut, yakni pudak, sejenis kue tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula, dan santan, lalu dibungkus dengan pelepah daun pinang. Pudak memiliki cita rasa manis gurih yang khas dan menjadi salah satu oleh-oleh paling dicari wisatawan yang berkunjung ke Gresik. Keunikan rasa dan cara pembuatannya membuat pudak menjadi identitas kuliner yang melekat pada kota ini.
Sejarah penamaan “Kota Pudak” tidak lepas dari budaya masyarakat Gresik yang sejak zaman dahulu telah memproduksi kue ini secara turun-temurun. Konon, pudak sudah dikenal sejak era perdagangan maritim pada abad ke-14, ketika Gresik menjadi salah satu pelabuhan penting di Nusantara. Para pedagang dari berbagai daerah kerap membeli pudak sebagai bekal perjalanan, sehingga popularitasnya semakin meluas. Dari sinilah, Gresik kemudian identik dengan pudak dan julukan “Kota Pudak” pun lahir.
Selain sebagai ikon kuliner, pudak juga memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat Gresik. Proses pembuatan pudak yang rumit dan membutuhkan ketelitian dianggap mencerminkan karakter masyarakat Gresik yang tekun dan telaten. Kue ini juga sering disajikan pada acara adat, hajatan, dan perayaan keagamaan, sehingga menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah. Hingga kini, berbagai varian pudak terus dikembangkan, mulai dari pudak putih, pudak merah, hingga pudak sagu, yang masing-masing menawarkan cita rasa berbeda.
Pemerintah Kabupaten Gresik sendiri turut memanfaatkan ikon pudak sebagai daya tarik wisata dan promosi daerah. Berbagai festival kuliner dan pameran rutin digelar untuk memperkenalkan pudak kepada masyarakat luas. Dengan demikian, sebutan “Kota Pudak” bukan hanya sekadar julukan, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Gresik terhadap kekayaan kuliner dan tradisi leluhur mereka. Upaya pelestarian pudak diharapkan dapat terus menjaga eksistensinya sebagai salah satu warisan budaya yang membedakan Gresik dari daerah lain di Indonesia. (CGAI)
